Australian Import Regulation

REGULATION

Peraturan Impor Produk Australia

Pemerintah Australia juga mempersyaratkan ketentuan-ketentuan impor yang harus dipenuhi sesuai dengan yang dipersyaratkan baik itu oleh pemerintah Federal maupun pemerintah negara bagian (States) di Australia. Perusahaan yang melakukan bisnis di Australia wajib memastikan bahwa produk yang dijual harus memenuhi Trade Practices Act (TPA) dibawah pengawasan Australian Competiton and Consumer Commission/ACCC.

Tiga aturan yang harus diperhatikan adalah sebagaimana tabel berikut:

  • Pelabelan : Informasi mengenai label yang dipersyaratkan oleh Customs Australia dapat diunduh melalui www.austlii.edu.au atau www.accc.gov.au.
  • Kebijakan Garansi dan Refund : Produk yang dijual harus sesuai dengan deskripsinya. Suatu produk dapat di-claim meskipun tidak dalam warranty. Apabila retailer meminta untuk mengganti suatu produk karena adanya kerusakan, maka supplier harus (i) mengganti produk tersebut, (ii) mengganti biaya untuk mendapatkan produk yang sejenis, atau (iii) mengganti biaya perbaikan produk.
  • Keamanan Produk :Manufaktur, distributor dan/atau retailer bertanggung jawab atas safety suatu produk yaitu memastikan bahwa (i) Produk memenuhi standard keamanan dan keselamatan dan (ii) Peringatan yang dipasang pada kemasan.. Apabila konsumer terluka karena akibat dari produk yang rusak atau cacat, maka mereka dapat meminta kompensasi.

Peraturan Impor Produk dari Hewan dan Tumbuhan Australia

Australia merupakan negara yang bebas dari berbagai macam hama dan jenis penyakit yang dapat mengganggu industri pertaniannya. Demi untuk terus melindungi konsumennya dari berbagai kemungkinan dampak buruk akibat hama dan penyakit tersebut, Badan Inspeksi dan Karantina Australia (Australian Biosecurity) memberlakukan persyaratan yang ketat bagi setiap produk impor produk yang berasal dari tumbuhan dan hewan, yang masuk ke Australia.

Keterangan lebih lanjut mengenai karantina Australia dapat diunduh melalui www.daff.gov.au/biosecurity. Penjelasan persyaratan produk yang harus memenuhi aturan karantina dapat diunduh melalui www.daff.gov.au/biosecurity/import/icon-icd.

 

Peraturan Impor Produk Makanan Australia

Eksportir di Indonesia dan Importir produk makanan di Australia harus memastikan semua peraturan impor makanantelah memenuhi aturan yang dipersyaratkan (baik itu sebelum dan sesudah impor) dan memenuhi Food Standards Australia New Zealand Code (FSANZ) (http://www.foodstandards.gov.au/) dari institusi-institusi terkait lainnya di Australia, yaitu: Australian Customs Service (www.customs.gov.au) dan Australian Biosecurity.

Importir juga harus memperhatikan bahwa semua produk makanan yang diimpor ke Australia harus memenuhiketentuan The Imported Food Control Act 1992. Pemberitahuan (notifications) harus disampaikan kepada Australian Biosecurity untuk semua produk makanan selain daripada produk yang diimpor sebagai accompanied baggage atau diimpor melalui pos.

Persyaratan Mutu, Label, dan Kemasan Produk Makanan di Australia

Standar/mutu produk makanan yang diimpor di Australia harus memenuhi Food Standards Australia New Zealand Code yang mana diantaranya mempersyaratkan aturan terkait dengan labellingallegery warningsingridients, dan lain sebagainya. Secara umum, setiap kemasan produk makanan dan minuman termasuk produk kokoa yang dijual di pasar Australia wajib mencantumkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Label nama dan penjelasan produk yang antara lain mencantumkan produsen, kandungan dan manfaat produk tersebut, dalam bahasa Inggris dengan tinggi minimal 3 mm
  2. Nama importir di Australia – makanan yang diimpor dari negara selain New Zealand harus mencantumkan nama dan alamat importir dengan tinggi minimal 5 mm
  3. Nomor lot produksinya – dapat berupa kode atau tanda yang dikeluarkan dari manufakturnya. Pencantuman tanggal serta alamat supplier dapat memenuhi persyaratan untuk nomor lot ini
  4. Warning dan keterangan resmi – dapat berupa pernyataan sesuai dengan resiko yang dimiliki produk tersebut.
  5. Negara asal produk tersebut – apabila alamat dan nama industri telah tercantum di label maka penambahan negara asal tidak diperlukan.
  6. Jangka waktu maksimum produk tersebut dapat dikonsumsi (tanggal kadaluwarsa), bila produk tersebut tidak dapat disimpan lebih dari 2 tahun, termasuk jika kamar pendingin diperlukan untuk penyimpanannya. Contoh pencantuman tersebut ialah dengan menuliskan ‘best before’ pada setiap kemasan. Untuk kepentingan kesehatan, penulisan ‘use by’ dicantumkan pada setiap kemasan.
  7. Berat bersih – termasuk peneraan pada karton pembungkusnya yang mencantumkan berat bersih keseluruhan dan isi kemasan per kartonnya.
  8. Daftar kandungan – pencantuman namanya sesuai dengan standar internasional. Jika produk tersebut mengandung bahan pemanis buatan, maka harus secara jelas tertera pada kemasannya.

 

Saluran Distribusi Produk Makanan di Australia

Secara umum rantai pemasaran produk makanan di Australia dapat dilihat dalam Gambar berikut.

Rantai Pemasaran Produk Makanan & Minuman di Australia

Distribution Channel

 

Semua jenis penyalur di atas memegang peranan penting di dalam suksesnya pemasaran produk makanan dan minuman di Australia, antara lain sebagai penghubung antara pusat penjualan di Australia dengan produsennya di luar negeri.

Pemilihan importir atau agen untuk memasuki pasar Australia juga memegang peranan penting. Untuk itu perlu dicari importir/agen yang mempunyai jaringan pemasaran yang luas, mempunyai kinerja yang baik serta mempunyai spesifikasi khusus.

 

Hambatan Lainnya

Tingginya dan ketatnya standar produk maupun prosedur dan regulasi karantina yang diterapkan di Australia merupakan salah satu hambatan bagi usaha peningkatan upaya pemasaran ekspor. Misalnya, eksportir Indonesia mengalami kesulitan terkait dengan peraturan dan persyaratan label yang diterapkan untuk produk makanan dan minuman di Australia atau dikenal dengan Holding Order (HO). Australian Biosecurity mengenakan HO terhadap produk makanan dan minuman dari Indonesia karena produk-produk tersebut didapati tidak memenuhi syarat dalam inspeksi rutinnya.

Sebagian besar penyebabnya adalah cara pelabelan yang tidak memenuhi syarat seperti:

  • Kemasan tidak mencantukan nama negara produsen
  • Kemasan tidak mencantumkan nama importir
  • Label kemasan tidak ditulis dalam bahasa Inggris
  • Kemasan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa atau nomor lot produksinya
  • Produk mengandung bahan pewarna yang dilarang
  • Kemasan mencantumkan khasiat produk yang menyesatkan